Selasa, 19 Februari 2013

The Playboy Prince Chapter 7


Chapter Seven
Ella menatap tak percaya pesan teks dari Chase. Tolong temani sang pangeran. Menjemput di bandara adalah satu hal, makan malam. Dan sekarang menghabiskan sepanjang hari dengan Pangeran Philippe.
Terlalu menarik.
Dengan meringis Ella melemparkan ponselnya ke tempat tidur dan menyelesaikan riasannya. Dia bingung apa yang akan dikenakannya, ingin tampak professional tanpa terlalu kaku. Pada akhirnya ia memilih rok selutut warna hitam, sepatu yang cocok dan sweater turtleneck lembut berwarna krem kasmir. Ella menyanggul rapi rambutnya, dan meraih mantel wol, menjemput Philippe di hotelnya.
Philippe sedang menunggunya di lobi ketika ia tiba, duduk disalah satu sofa kulit dan membaca koran. Segera setelah Ella datang, Philippe bangkit, melemparkan koran ke samping dan tersenyum.
“Ella.”
“Saya khawatir Mr. Bryant masih belum bisa menemui anda pagi ini.” Kata Ella kaku. “Jadi jika anda ingin, kita bisa pergi langsung ke perpustakaan.”
“Kedengarannya sempurna.” Senyum Philippe saat ia mengambil lengan Ella dan membimbingnya keluar hotel, Ella terlalu terkejut untuk melawan. “Aku belum pernah sangat senang tidak dipedulikan.”
“Mr. Bryant bukannya tidak mempedulikan anda.” Protes Ella, meskipun tampaknya seperti itu yang dilakukan Chase.
Philippe mengangkat satu tangannya. “Tenang Ella, aku hanya bercanda, aku yakin apa pun itu pasti sangat penting buat Chase Bryant. Aku senang menghabiskan hari denganmu.”
Ella menggelengkan kepalanya, terlalu bingung untuk menyembunyikan. “Kenapa?” bisiknya.
“Mengapa tidak?”
Ella menekan bibirnya menjadi garis tipis, tentu saja Philippe akan menjawab seperti itu. Seorang wanita sama baiknya dengan yang lain –
“Hentikan.” Kata Philippe lembut, dan Ella menatapnya.
“Hentikan apa?”
“Berhentilah berpikir aku adalah playboy seperti yang diberitakan tabloid dan majalah gossip.”
“Tapi bukan kah anda memang seperti itu.” Jawab Ella cukup beralasan.
“Kenapa kau tidak mencoba untuk mengenalku, untuk satu hari, lupakan pangeran, tapi pria biasa?” kata Philippe.
Bukan pangeran, tapi pria biasa. Kata-kata itu hampir menyebabkan Ella menggigil. Beranikah dia melakukan hal seperti itu? Hanya untuk satu hari. Kedengarannya menarik.
Sambil tersenyum, Philippe menyelipkan lengan Ella lebih tegas saat mereka menuju ke Broadway. Ella merasakan percikan sepanjang lengannya, dan kemudian jauh didalam perutnya sebagai sentuhan sederhana yang menyebabkan keinginan berkobar dalam dirinya.
Ini bisa sangat berbahaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar